Sejarah

Berdasarkan cerita yang beredar di masyarakat setempat dahulu di lapangan Karangasem tepat di tengah-tengahnya ada pohon Asem yang sangat besar dan di setiap pekarangan rumah penduduk yang ada disekitarnya ada pohon Asem, maka wilayah tersebut dinamakan Karangasem. Wilayah Kelurahan Karangasem terdiri dari beberapa kampung yang telah ada antara lain :

Kampung Tuwakan dahulu pada waktu perang melawan penjajah Belanda ada Sesepuh kampung yang tertembak, di wilayah ini sesepuh tersebut sudah tidak dapat mempertahankan dirinya supaya tidak terjatuh ke tanah, beliau menahan tubuhnya dengan tongkat (di tuwak) dengan mengucapkan “mbesuk yen ana rejane jaman dukuh iki tak jenengke Tuwakan” (Besok kalau merdeka tempat ini aku beri nama Tuwakan)

Kampung Soropadan dahulu tempat kediaman Demang Suropada abdi dalem Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat “Sura” artinya berani, “Padan” artinya padu jadi Demang  Suropada adalah seorang Demang yang gagah berani.

Kampung Bulak Indah dulunya berupa bulak atau sawah setelah banyak pendatang yang mendirikan rumah-rumah/bangunan-bangunan yang indah sehingga bulak menjadi indah, maka wilayah tersebut dinamakan Bulak Indah.

Kampung Troketon konon awalnya ada begal atau kecu (penjahat) di Kleco yang sangat ditakuti oleh warga, namun tiba-tiba tanpa tahu sebabnya begal/Trokecu tersebut ditemukan meninggal dunia, oleh warga setempat begal/kecu dimakamkan di makam Troketon, maka wilayah tersebut sampai sekarang dinamakan Kampung Troketon.

Kampung Gulon dahulu banyak orang atau warga setempat sukanya padu (bertengkar) tetapi tidak terjadi adu fisik, tetapi cuma berhenti sampai ucapan di Gulu (leher), maka wilayah tersebut dinamakan Gulon.

Kampung Teglrejo dulunya daerah yang berupa tegalan, setelah banyak pendatang sehingga daerah tersebut menjadi rejo (ramai) maka daerah tersebut dinamakan Kampung Tegalrejo.

Kampung Kleco dulunya banyak tumbuh pohon kleco, merupakan tempat penjemputan para tamu yang akan menghadap Sunan Paku Buwana, kemudian para tamu ini di bawa terlebih dahulu ke pesanggrahan Purwasari untuk istirahat, selanjutnya bila Raja (Sunan Paku Buwana) sudah berkenan menerimanya baru tamu tersebut diantar ke Keraton Kasunan Surakarta.

Kampung- tersebut menjadi satu daerah adminsitratif di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan Kota Surakarta.

Di kelurahan Karangasem terdapat Monumen Prof. Dr. Soeharso (patung Tohraga) yang letaknya di depan pasar Sidodadi (pasar kleco) karena dahulu banyak Legiun Veteran Republik Indonesia yang cacat karena perang melawan penjajah yang ditampung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dengan menempatkan di rumah-rumah penduduk yang sekarang di RT 03/RW IX, dahulu dikenal dengan Paraplegia. (RPJM Kel Karangasem 2015-2019